Hidup Sehat Tidak Harus Mahal

whatsapp-image-2017-01-18-at-23-50-48
Kegiatan Senam Bersama di halaman gedung Departemen Kesehatan, Jumat 13 Januari 2017

Hidup sehat adalah merupakan tanggung jawab dan hak setiap individu. Tetapi masih banyak orang yang beranggapan bahwa gaya hidup sehat itu mahal. Gaya hidup sehat menjadi mahal apabila kita membayangkan kegiatan olah raga yang mengharuskan kita mengunjungi tempat-tempat olah raga berbayar, makan makanan eksotis yang harganya selangit dan hal-hal yang terlihat eksklusif lainnya. Padahal hidup sehat itu sangatlah sederhana dan bahkan dapat dinikmati dengan gratis dan mudah.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) pada acara bincang-bincang bersama para blogger yang dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Januari 2017 di halaman Gedung Kementrian Kesehatan Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dalam diskusi santai bersama blogger yang di dahului dengan acara senam bersama tersebut di sampaikan bahwa GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini harus dijalankan bersama dengan semua pihak. GERMAS tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementrian Kesehatan saja tetapi juga harus bekerja sama dengan berbagai Kementrian. “Misalnya kita sudah makan makanan yang sehat, tetapi tidak punya air bersih. Maka tetap saja akan terkena penyakit. Oleh karena itu kami juga ingin mengingatkan harus kerjasama misalkan dengan Menteri PUPR” ujar ibu Menteri Kesehatan, Prof. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K).

whatsapp-image-2017-01-18-at-23-51-27
Menteri Kesehatan berbincang-bincang santai tentang kegiatan GERMAS dengan para blogger setelah acara senam bersama di halaman Departemen Kesehatan, Jumat 13 Januari 2017

Tiga hal yang ditekankan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini adalah Aktifitas fisik, Makan sayur dan buah dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Aktifitas fisik atau olah raga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bahkan saat kita sibuk di kantorpun masih dapat meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan Strecthing. Aktifitas fisik berupa olah raga juga dapat dilakukan bersama keluarga misalnya pada hari-hari libur atau Minggu pagi dengan melakukan senam, jogging atau jalan sehat. Dengan begitu akan terbentuk fisik yang sehat dan juga ikatan bathin antar keluarga yang menjadi lebih erat saat melakukan kegiatan olah raga bersama.

Aktifitas fisik ini sudah pasti harus ditunjang dengan asupan gizi yang cukup dan makanan yang sehat. Buah dan sayur adalah makanan yang mengandung banyak zat-zat dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh kita, mudah didapat dan murah.  Asupan gizi yang didapatkan dari buah dan sayuran sangat penting untuk mencegah berbagai macam penyakit dan menjaga kekebalan tubuh kita. Makan buah dan sayur adalah juga merupakan sebuah investasi untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan kuat.

Untuk tindakan pencegahan terjadinya penyakit, masyarakat juga diharapkan secara berkala dapat melakukan cek kesehatan, sehingga apabila kita mengetahui adanya gejala suatu penyakit akan lebih mudah untuk pencegahannya.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh semua kalangan, sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat, mengurangi terjadinya penyakit baik yang menular maupun tidak menular. Dengan berkurangnya penyakit, maka akan berkurang pula angka kematian di masyarakat yang disebabkan oleh penyakit.  Meningkatnya kesehatan masyarakat akan turut menunjang angka produktifitas di masyarakat pula. Dengan masyarakat yang sehat dan cerdas maka kita akan menjadi negara yang kuat.

Konser Sang Diva “September Ceria 2016”

WhatsApp Image 2016-09-04 at 1.23.27 AM
Enter a captionVina Panduwinata dalam konsernya “September Ceria” di gedung Titan Center 3 September 2016 (foto: @adji_aja)

Siapa yang tak kenal salah satu Diva Indonesia, Vina Panduwinata. Malam ini, pelantun lagu Burung Camar ini menggelar konser dengan judul “September Ceria” di gedung Titan Center, Bintaro. Konser dengan tiket yang terbilang tidak murah ini tidak menyurutkan minat penggemarnya untuk datang menyaksikan pertunjukannya. Terbukti semua tiket terjual habis dan penonton memenuhi tempat pertunjukan di Gedung Titan Center malam ini.

Konser malam ini juga dihadiri oleh beberapa musisi seperti Fariz RM, Melly Goeslow dan drummer Jelly Tobing dibuka dengan lagu September Ceria, diikuti lagu Biru yang disambut sangat meriah oleh para penonton. Hampir semua penonton ikut melantunkan kata demi kata dari setiap lagu yang dibawakan oleh sang Diva.

Pada lagu ke empat, dibawakan lagu hit yang sempat dinyanyikan kembali oleh Sheila Madjid dan Reza Arthamevia yang berjudul “Dia”. Di lagu ini, sang Diva Vina Panduwinata turun dari panggung untuk mendatangi para penonton bahkan sampai ke deretan penonton yang paling belakang. Di sela-sela lagu ini, Vina mendaulat Melly Goeslow dan Fariz RM untuk turut menyanyikan beberapa bagian dari lagu ini yang disambut dengan teriakan meriah dari penonton.

Vina Panduwinata yang akrab di panggil Mama Ina ini terlihat sangat akrab dan sangat mengerti apa yang diinginkan oleh para penonton. Bahkan dia tidak segan-segan berhenti berkali-kali hanya karena permintaan selfie dari penonton disela-sela dia menyanyi.

Konser September Ceria ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan dari drummer Ikmal Tobing dan DJ Goeslann yang mengiringi penyanyi solo asal Malaysia Nadira Adnan yang kemudian dilanjutkan dengan mengiringi beberapa nomor hit Vina Panduwinata lainnya seperti Burung Camar, Ada Kamu dan Surat Cintaku.

Konser yang meriah ini ditutup dengan permainan drum oleh Ikmal Tobing dan seluruh pendukung acara termasuk Mama Ina yang juga menabuh drum yang disediakan didepan panggung.

Dalam konser yang berdurasi lebih kurang dua jam tersebut, terlihat sekali stamina sang diva tetap tinggi sampai konser berakhir bahkan saat sesi foto dengan para penggemarnyapun dengan senyum yang tetap tersungging dibibir sang diva mempersilahkan setiap penggemar yang ingin berfoto dengannya.

Konser September Ceria, konser sang Diva berhasil membawa kembali memori-memori lama yang indah namun tidak membiarkan penonton untuk berlama-lama terlarut dalam sentimental memori. Penonton seakan-akan dibangunkan dari mimpi dengan keceriaan lagu-lagu lama yang dikemas dengan nafas masa kini dengan adanya kolaborasi dengan DJ Goeslann dan drummer Ikmal Tobing.

 

Penghargaan Kepada Wartawan Melalui “Anugerah Pesona Bahari”

WhatsApp Image 2016-08-31 at 12.02.58 AM (1)
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan hadiah kepada pemenang Best of The Best 

Pada Selasa malam, 30 Agustus 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan penghargaan kepada wartawan pemenang Lomba Menulis Wisata Bahari. Penghargaan berupa Piala Menteri Pariwisata dan total hadiah sebesar 500 juta rupiah diberikan pada malam “Anugerah Pesona Bahari” di Balairung Soesilo Soedarman, GedungSapta Pesona Jakarta, kantor Kementrian Pariwisata.

Lomba menulis wisata bahari tahun ini merupakan lomba yang kedua kalinya digelar. Lomba ini diadakan dalam rangka mempromosikan wisata bahari yang merupakan program unggulan kepariwisataan nasional dalam rangka mendukung target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di tanah air pada 2019 mendatang.

Dalam presentasinya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa potensi wisata bahari yang besar di Indonesia belum mendatangkan wisman yang maksimal. “Saat ini hanya sekitar 1 juta wisman yang melakukan wisata bahari, kita harapkan akan naik 4 kali lipat pada tahun 2019 mendatang. Untuk ini perlu promosi yang gencar diantaranya melalui kegiatan lomba menulis yang diikuti para wartawan seluruh Indonesia”, kata Menpar Arief Yahya.

Malam Penghargaan “Anugerah Pesona Bahari” ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua GIPI/Sekjen Gahawisri Didien Junaedy dan para juri dari Lomba Menulis Wisata Bahari untuk wartawan ini dibuka dengan penampilan musik dari Dwiki Dharmawan dan kawan-kawan yang membawakan beberapa instrumental lagu daerah dan juga penampilan penyanyi Hedi Yunus yang sangat memukau membawakan beberapa lagu lama.

Menteri Arief Yahya mengatakan, kegiatan lomba ini untuk memacu para wartawan untuk lebih sering lagi menulis tentang pariwisata Indonesia, khususnya wisata bahari. Lomba menulis wisata bahari antar wartawan se-Indonesia ini sebagai sarana promosi yang efektif.

Melalui tulisan para wartawan peserta lomba, potensi wisata bahari yang dimiliki Indonesia akan lebih menggaung, termasuk daerah tujuan wisata bahari yang tersebar diseluruh pelosok tanah air dapat terpromosikan.  “Selain itu, diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan peran wartawan media massa nasional maupun daerah secara berkesinambungan menjadikan informasi pariwisata sebagai rubrik yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional,” kata Arief Yahya.

Menurut Ketua Panitia Lomba Tri Wibowo, Lomba Menulis Wisata Bahari ini selaras dengan konsep Nawacita Presiden Joko Widodo yang salah satunya menitik beratkan pembangunan maritim Indonesia. “Lomba ini diharapkan juga menjadi momentum untuk membangkitakn Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menuju kesana perlu dibangkitkan dulu semangatnya didalam negeri melalui tulisan di media massa agar masyarakat tergugah” kata Tri Wibowo.

Lomba Menulis Wisata Bahari yang diikuti oleh 367 artikel yang telah diterbitkan oleh media masing-masing, dibagi menjadi 3 kategori yaitu Kategori Media Cetak Surat Kabar, Media Cetak Majalah dan Media Online yang masing-masing dibagi menjadi 5 pemenang yaitu juara I, II, III, harapan I dan harapan II dan terdapat satu juara dengan kategori Best Of The Best.

Pentingnya Imunisasi Pada Anak

WhatsApp Image 2016-08-22 at 5.25.49 PM
Prof. Sri Rejeki Hadinegoro menjelaskan tentang pentingnya pemberian Imunisasi pada acara Temu Blogger, 29 Juli 2016 di Hotel Parklane Jakarta Selatan (Foto: Rey)

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang imunisasi, ada baiknya kita mengerti perbedaan antara Vaksin dan Imunisasi.

Dalam acara Temu Blogger, dengan tema “Sehatkan Anak Indonesia Dengan Imunisasi” yang diadakan pada tanggal 29 Juli 2016 lalu di hotel Parklane Jakarta Selatan, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan perbedaan antara vaksin dan Imunisasi.

Imuniasasi adalah tindakan pemberian vaksin kepada anak maupun orang dewasa agar si penerima menjadi imun atau kebal terhadap penyakit tertentu sesuai dengan vaksin yang diberikan.Tindakan pemberian vaksin atau imunisasi diberikan kepada anak yang sehat dengan jalan disuntikkan atau diteteskan. Sedangkan Vaksin adalah merupakan antibody yang sudah siap pakai, sehingga tubuh tidak perlu lagi membuat lagi vaksin yang dibutuhkan untuk mencegah suatu penyakit.

Secara umum, kata vaksinasi dan imuisasi dipakai secara bersamaan. Tetapi secara ilmiah, kedua kata tersebut sebenarnya berbeda.

Mengapa Imunisasi sangat penting untuk berikan kepada anak?

Imunisasi sangat penting diberikan kepada anak karena masih banyak penyakit-penyakit yang menyebabkan cacat atau kematian seperti DPT, Polio, Campak, Hepatitis dan lain-lain. Jadi tujuan dari Imunisasi adalah untuk melindungi seserang dari suatu penyakit tertentu, untuk menurunkan prevalensi penyakit agar tercapai tujuan utama yaitu Eradikasi penyakit.

WhatsApp Image 2016-08-22 at 5.26.25 PM
Tujuan Utama dari pemberian Imunisasi adalah Eradikasi Penyakit (Foto: Rey)

Dalam seminar tersebut Prof. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan “Sebetulnya vaksinasi adalah salah satu dari upaya kesehatan. Kesehatan itu ada pencegahan atau preventif, ada kuratif yaitu pengobatan yang dari rumah sakit dan ada rehabilitasi“. Jadi Imunisasi adalah merupakan upaya preventif atau pencegahan karena dilakukan sebelum terjadinya penyakit.

Upaya kesehatan tidak hanya berupa pemberian imunisasi saja, banyak sekali upaya kesehatan, antara lain ketersediaan air bersih, pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan, menghindari indoor polution, pemberian nutrisi yang cukup dan lain-lain.

Sangat penting sekali untuk seorang anak mendapatkan imunisasi dan nutrisi yang baik dalam 5 tahun awal kehidupannya karena perkembangan otak seorang anak hanya akan tumbuh sampai pada usia 5 tahun. Jadi usia dibawah 5 tahun adalah merupakan masa keemasan bagi seorang anak. Dan peranan nutrisi adalah sangat penting untuk menunjang perkembangan otaknya, di tambah dengan imunisasi untuk kekebalan tubuhnya. Jadi semuanya terintegrasi antara nutrisi dan imunisasi. Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.

Saat seorang ibu datang ke dokter dengan membawa putra atau putrinya untuk diberikan imunisasi, tujuannya adalah untuk melindungi sang anak dari suatu penyakit tertentu. Misalnya kita minta suntikan untuk campak, yang akan diberikan hanya suntikan untuk campak dan bukan untuk cacar air. Jadi satu vaksin hanya untuk satu penyakit saja. Tidak bisa beramai-ramai. Artinya, seorang anak akan memerlukan vaksin-vaksin yang lain untuk melindungi dirinya dari suatu penyakit.

Adanya jadwal pemberian vaksin yang berrbeda-beda dikarenakan memang setiap penyakit berbeda. Dengan banyaknya anak yang diimunisasi maka akan dapat menurunkan prevalensi atau kejadian penyakit itu sendiri. Tujuan dari pemberian imunisasi itu sendiri adalah Iradikasi penyakit atau menghilangkan penyakit.

Saat ini Indonesia sudah berhasil menghilangkan 3 macam penyakit, yaitu Cacar Bopeng, Polio (2014) dan tetanus turun di awal 2016. Sudah 3 penyakit hilang dari bumi Indonesia. Target dari menghilangkan penyakit  ini adalah mencegah infeksi untuk mencegah kematian dan kecacatan.

 

Jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di tiap negara berbeda. Tiap negara mempunyai jumlah vaksin yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan epidemologi penyakit yang terdapat dinegara tersebut.

Di Indonesia sendiri terdapat 7 macam vaksin dasar yang harus diberikan kepada anak-anak, yaitu Hepatitis, Polio, DPT (Difteri, Pertusus dan Tetanus), BCG dan Campak. Ke tujuh vaksin dasar ini di berikan oleh pemerintah secara gratis karena merupakan vaksin yang wajib diberikan kepada setiap anak. Vaksin dasar ini diproduksi langsung oleh Biofarma, sebagai satu-satunya yang di tunjuk oleh pemerintah untuk memproduksi vaksin dasar dan penggunaannyapun diawasi dengan ketat sehingga sangat aman dari pemalsuan vaksin.

 

 

Upaya Pemerataan Layanan Kesehatan Melalui Program Nusantara Sehat

Seminar Nusantara Sehat
Menteri Kesehatan dalam acara Seminar Nusantara Sehat 19 Juli 2016 di Jakarta (Foto by: Rey)

Profesi dokter adalah merupakan profesi yang sangat populer dicita-citakan oleh anak-anak. Ada empat jawaban yang lebih sering kita dengar saat kita menanyakan kepada anak-anak usia 5 sampai 10 tahun apa cita-cita mereka kelak. Pertama adalah Dokter, diikuti oleh Pilot, Presiden dan Guru. Ya, profesi dokter adalah profesi yang banyak diidam-idamkan oleh anak-anak bahkan banyak juga orang tua yang mendambakan anaknya menjadi seorang dokter, karena seorang dokter mampu untuk menyembuhkan penyakit dan menolong sesama.

Pada kenyataannya tidaklah mudah menjadi seorang dokter. Setelah melalui sekolah kedokteran yang panjang masih harus diikuti dengan berbagai macam prosedur sampai benar-benar bisa menjadi dokter yang handal.

Keberadaan dokter itu sendiri memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan jumlah dokter yang ada di Indonesia sebanyak 111.000 dokter dan setiap tahunnya terdapat lulusan dokter sekitar 9500an dokter, secara rasio seharusnya 1 dokter dapat menangani 2500 peserta JKN. Artinya ada kebutuhan 40 dokter per 100.000 peserta JKN.

Pada kenyataannya di Jakarta terdapat 157 dokter per 100.000 peserta JKN. Padahal seharusnya cukup hanya dengan 40 dokter/ 100.000 peserta. Hal ini menunjukkan adanya ketidak seimbangan penyebaran dokter di Indonesia. Sementara di daerah-daerah, terutama daerah terpencil yang tidak memiliki dokter sama sekali. Bahkan sangat jauh dari akses sarana kesehatan.

Untuk memberikan keseimbangan layanan kesehatan terhadap masyarakat, Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kesehatan menyelenggarakan program Nusantara Sehat.

Nusantara Sehat adalah program dari Kementrian Kesehatan yang mengajak para generasi muda untuk berperan serta memperkuat kesehatan terutama di daerah terpencil melalui program penempatan tenaga kesehatan yang berbasis tim (team based).

Disamping sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan terhadap masyarakat, program Nusantara Sehat ini juga adalah merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan Preventif, Promotif dan Kuratif. Dalam program ini akan ditempatkan satu team tenaga kesehatan yang terdiri dari 5 sampai 9 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medik, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian.

Pada acara Seminar Nusantara Sehat  Tentang Karier Dokter Dan Dokter Gigi Di Era Jaminan Kesehatan Nasional yang diadakan pada tanggal 19 Juli 2016 lalu di Gedung Adyatama Kementrian Kesehatan, Dr. Mari S Purba, salah satu dokter yang dikirim ke Bovendigul untuk program Nusantara Sehat, keuntungan dari pengiriman tenaga kesehatan secara team lebih menguntungkan karena mereka tidak akan merasa takut berada disuatu tempat yang terpencil, jauh dari akses listrik, internet, air dan segala fasilitas yang biasa didapatkan di kota. Sehingga mereka yang dikirim dalam satu team akan selalu saling mendukung dalam menghadapi segala kesulitan yang terjadi dilapangan.

Dr.Mari Purba
Dr. Mari S Purba, peserta program Nusantara Sehat yang ditugaskan di Bovendigul (Foto by: Rey)

Menteri Kesehatan Prof. Dr.dr.Nila Djuwita F. Moeloek SpM (K), dalam acara ini menjelaskan bahwa 80% penderita atau masyarakat yang sakit harus dirawat karena rata-rata pasien tersebut menderita penyakit katastropis yang memerlukan biaya sangat tinggi. “ penderita ini atau masyarakat 89% dirawat. Karena apa? Karena penyakit jantung, penyakit kanker, penyakit diabetes. Ada 7 (tujuh) penyakit katastropis dan biayanya sangat tinggi. 33% dari dana BPJS diserap oleh 7 penyakit katastropis dan biayanya sangat tinggi. Satu yang saya hafal, untuk jantung, 2015 habis sebesar 6,9 trilliun untuk seluruh Indonesia. Kita bertanya, ada apa? Pasti dimulai dengan dihertensi atau diabetes. Artinya berapa banyak hipertensi di Indonesia, ternyata menunjukkan angka 26% penduduk Indonesia dengan hipertensi. Bisakah penderita hipertensi ini kita jaga jangan sampai dia jatuh ke penyakit jantung atau struk? Dimana kita jaganya? Tentu di hulu-nya, yaitu Puskesmas“.

Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan sudah banyak memperbaharui peralatan-peralatan di puskesmas-puskesmas dan berupaya menggalakkan program Nusantara Sehat ini.

 

 

 

Rudy Habibie-Mengenal Sejarah Lewat Film

 

IMG-20160630-WA0011.jpg
Sebagian pemain film “Rudy Habibie” sesaat sebelum konferensi pers di CGVblitzz Grand Indonesia 24 Juni 2016 (foto: by Rey)

Rudy Habibie, apabila kita menyebut nama itu mungkin kita akan bertanya-tanya “siapa Rudy Habibie?”. Tetapi apabila kita menyebut BJ Habibie, seluruh Indonesia bahkan seluruh duniapun akan tau siapa beliau. Beliau adalah seorang putra Indonesia yang jenius, yang dengan kejeniusannya berhasil mengangkat nama bangsa kita menjadi bangsa yang sangat diperhitungkan dalam industri pesawat terbang. Continue reading “Rudy Habibie-Mengenal Sejarah Lewat Film”

Upaya Melawan Endemik DBD dengan JUMANTIK

IMG-20160618-WA0002
Penghargaan terhadap para Jumantik Teladan dari berbagai daerah di Indonesia (foto: Rey Janecekova)

Sejak tahun 2011 yang lalu, setiap tanggal 15 Juni kita memperingati ASEAN Dengue Day atau ADD, yang merupakan hasil dari pertemuan Menteri Kesehatan Negara-negara anggota ASEAN pada tanggal 22 Juli 2010 di Singapura. Ditetapkannya bulan Juni sebagai ADD karena dibulan itu adalah merupakan puncak dari musim penyakit #demamberdarahdengue di seluruh negara-negara ASEAN. Continue reading “Upaya Melawan Endemik DBD dengan JUMANTIK”